Kamis, 09 Agustus 2018

Dukung Progam STBM, Babinsa Bapangan Hadiri Sosialisasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)


Jepara - Babinsa Kelurahan Bapangan Serda Suwono Menghadiri Sosialisasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara (Puskesmas Jepara) di Balai Pendopo Kelurahan Bapangan kecamatan Jepara kabupaten Jepara yang di ikuti sekitar 30 orang, Kamis (09/08/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan dari Puskesmas Jepara Bpk Ratno Supriyadi, Lurah Bapangan Bpk Moch Aironi, Ketua LPM  Bpk Candra, Babinsa kel Bapangan Srd Suwono, Bidan Kel Bapangan Ibu Endang Wahyu, Kader Kesehatan Kel Bapangan Bpk Mahnahwi, Ketua Rw/Rt Kel Bapangan.

Lurah Kelurahan Bapangan Bapak ratno Supriyadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan Terima kasih banyak atas kehadiran Bpk /Ibu yang sudah hadir dalam acara ODF ini. Nanti bulan September akan mendapat peninjauan langsung dari tim Verivikasi Dinas Kesehatan Jepara, Apabila ada warga yang blm mempunyai Toilet, segera membuatnya, karena itu sangat penting demi menjaga kesehatan lingkungan. Program pemerintah dari dinas Kesehatan ini didukung dari semua Elemen yaitu dari Kelurahan,dari TNI untuk ikut menuntaskan Program STBM.

Penyampaian Bapak Ratno Tim dari Dinas Kesehatan antara lain Tentang pentingnya menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Pengarahan untuk stop buang air besar sembarangan demi kesehatan lingkungan, agar dilakukan di tempat yang seharusnya (jamban). Untuk saluran pembuangan jamban/sanitasi agar jangan diarahkan ke sungai, agar dibuatkan saluran pembuangan yang sudah seharusnya karena jika diarahkan ke sungai membuat sungai tercemar dan berdampak pada lingkungan. Agar menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat Kel.Bapangan agar menerapkan 5 pilar (Stop buang air besar sembarangan, Cuci tangan pakai sabun, Pengelolahan makanan rumah tangga, Pengelolahan Bank sampah, Pengelolahan limbah cair rumah tangga), Bagi yang belum mempunyai Jaban/Sanitasi  masyarakat Juga dituntut kemandiri dan Pemerintah juga dituntut ikut menuntaskan Program STBM.

Kegiatan di lanjutkan dengan peninjauan di Rt 01/02 dipingir Sungai yang meruapakan salah satu Pemicuan Buang Air Besar Sembarangan. Dan Hasil Peninjauan langsung di simpulkan bahwa masih banyaknya saluran pembuangan langsung disungai, Kurangnya lahan membuat Sapiteng. Perlunya warga  diskusi dengan Rt Kekelurahan apabila tidak ada solusi bisa mengajukan dari bawa untuk pembuatan Ipal Komunal, Pembuatan perjanjian tertulis apabila dikemudian sanggup membuat Saluran pada tempatnya, dan diharapkan tahun 2019 sudah bebas ODF masyarakat benar-benar mandiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Up