Senin, 16 April 2018

Danramil 05/Mayong Dampingi Bupati dalam Pengajian di Wilayahnya




Jepara – Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa yang penting bagi umat Islam, karena dalam Isra’ Mi’raj ini perintah solat 5 waktu di wajibkan, oleh karena itu bertempat di Masjib Baitul Aminin dukuh Gleget RT 04/09 desa Mayonglor, di selenggarakan Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan Pembicara KH Kusnur Fais dari Kudus, Minggu malam (15/04/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jepara Bapak H Marzuki, Danramil 05/Mayong Dim 0719/Jepara Kapten Inf Nur Khamid bersama 4 Anggota, Kapolsek Mayong yg diwakili Brigadir Hariyanto, Habib Syafiq dari Kudus, KH Kusnur Faris dari Kudus (Penceramah/Tausiah), Pengasuh Ponpes Al-Hissom Kyai Jamaluddin, Petinggi desa Mayonglor Bapak Agus Budi Triyanto, dan Warga Mayonglor sekitar 650 orang.

Pada sambutannya Bupati H Marzuki memberikan tausiah pembuka, bahwa peringatan Isra Mi’raj ini tentunya harus dijadikan moment sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang senantiasa menganugerahkan berbagai nikmat kepada kita sekalian, serta yang paling utama adalah bahwa sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri tauladan bagi kita semua.

Bupati menambahkan peringatan Isra Mi’raj sebagai media atau pedoman pencerahan bagi sikap dan tindakan kita, sehingga dari waktu ke waktu, dari hari ke hari amaliah kita akan terus mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, “ Isra’ Mi’raj merupakan pedoman pencerahan bagi sikap dan tindak tanduk kita, sebagai umat Rasulullah SAW, ldan untuk ebih jelasnya mari kita bersama-sama mendengar tausiah yang lebih mendalam oleh KH Kusnur Faris, berharap semoga kita termasuk golongan manusia yang dapat memberikan kemanfaatan bagi yang lainnya, sehingga menjadi sebaik-baiknya manusia di hadapan Allah SWT”, ungkapnya.

Dalam Tauziyahnya, KH Kusnur Faris menjelaskan tentang Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk tetap istiqomah, mengikat diri terhadap ajaran Islam yang utuh, menyempurnakan ahlak dengan menjabarkan, menterjemahkan, merespon pesan dan nilai Islam kedalam seluruh aspek kehidupan, sehingga kita tidak terjebak pada acara seremonial terus berulang tanpa berimplikasi terhadap terjadinya perubahan fundamental dalam kehidupan kita ke arah yang lebih baik, jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Up